Tuesday, 19 July 2011

Si Aku, Si Kecil, dan Si Besar

Kamu tahu, ketika si aku akan melakukan perbuatan bodoh, si hati biasanya mengatakan, "Coba deh. Sekali.. aja!" dan ia terus merayu-rayu, seperti SPG yang pantang menyerah (?), agar kita percaya omongannya, membeli barangnya, melakukan kebodohan yang hanya  sekali itu, katanya. Kamu tahu, ketika si aku terayu, ia sadar itu itu perbuatan bodoh dan si aku menganggap lumrah kebodohannya. Setiap orang punya tiket untuk bertindak bodoh,  pikir si aku. Kamu tahu, ketika si aku melakukan perbuatan bodoh, ia menikmati kebodohannya sebagian besar detik yang terbuang. Wah, wah.. Ohya, kamu tahu ke mana larinya sebagian kecil waktunya? Hmm.. rupanya si kecil, sebut saja demikian, mencari bantuan untuk menyelamatkan si besar yang tersesat. Baik ya. Kamu tahu berhasilkah si kecil? Tentu saja. Karena ia berpegang pada prinsip kebaikan yang si aku ajarkan, menggunakan otaknya dengan sebaik mungkin, terus berusaha pantang menyerah, selalu berdoa, dan tentunya mempunyai tujuan mulia. Maka kamu tahu? dengan Kekuatan-Nya Yang Maha Esa, terselamatkanlah si besar, dan tentunya si aku.

Kamu tahu ini ceritanya happy ending ya?
Memang. Semua mau begitu, bukan?

Alkisah, masing-masing dari kita silakan memaknai apa itu perbuatan bodoh.
Yang bisa saya katakan adalah, "Hati-hati.  Waktu tidak dapat diulang." Biarpun di UNO ada kartu switch arrow, itu hanya mengubah giliran, bukan mengubah status, yang kalah tetap saja dibilang pernah kalah, dan yang menang tentu saja tetap dibilang pernah menang.

No comments:

Post a Comment