Tuesday, 27 September 2011

Handwriting

Aku meyakini  bahwa handwriting itu mempunyai nilai psikologis yang mencerminkan kepribadian tiap individu, biarpun aku belum pernah baca jurnal ilmiah valid tentang psikologi handwriting.
(kalo penasaran googling deh, pasti banyak artikelnya.. Well, sekali-kali baca jurnal penelitian ilmiahnya yang dibuat oleh ilmuwan -ini nih yang belum sempet aku baca-, bukan artikel yang  kopas atau yang hanya mencantumkan penelitian seseorang sebagai penguat penjelasannya,)

Aku share pengalaman aja ya gimana aku yakin sama pemikiran ini.
Tulisan tanganku sampai aku sma kelas 1 itu bervariasi. Aku nulis pake banyak gaya, banyak macem, banyak bentuk, yang bentuk-bentuk tulisan tersebut punya kesamaan: kecil. kesamaan lainnya, rapi.
Aku suka banget nulis huruf yang kecil, yang bikin sepet mata orang berkelainan mata miopi buat baca tulisan itu tanpa kacamata hahaah. Kalau harus nulis besar, pasti uring-uringan, geregetan, *batin tertekang gitu deh, oh myyyy*
jadi semasa itu, kalau harus nulis di buku persis sama dengan apa yang ditulis di papan tulis, pasti memakan space yang lebih sedikit daripada tulisan tangan temen-temen. Asik ya? bukuku hemat looo B)
Belakangan ini,
setelah aktifnya kembali program pembelajaran akademis, aku ngelihat buku catetan penuh sama tulisan besar-besar *sudut pandangku ya*
Oh, my..
Beberapa hari yang lalu, waktu pelajaran pkn, ketauan deh sumber tulisan gajah itu.
Ternyata, dalam kurun waktu belakangan ini, aku nyaman buat nulis huruf-huruf gajah, biarpun aku ga suka ya bacanya. Seriusan deh.
Waktu nulis itu kerasa banget kalo aku lebih menikmati tulisan gajah daripada tulisan semut.
Dasarnya aku orangnya kaku, aku tetep nulis kecil terkadang.
Hmm.. rasanya upside down bro, batinku megap-megap waktu harus nulis kecil.

Seiring dengan perubahan tersebut, apa aku ngerasa adanya perubahan di konsep pemikiranku?
tentunya. Simpelnya, aku sekarang mahasiswa.
Dengan tujuan dan kewajiban yang tentunya berbeda dari SMA diperlukan sudut pandang, konsep pemikiran, dan cara hidup yang lebih matang daripada yang aku miliki sebelumnya.

Apa kesimpulannya?
Aku meyakini perubahan psikologis kita salah satu foot printnya adalah tulisan tangan. Ketika tulisan tangan secara garis besar berubah dalam jangka waktu yang panjang, menunjukkan bahwa ada perubahan psikologis. Analoginya, tentang kesukaan. Misal,
Saya suka makan permen ketika kecil, tapi karena saya pernah keselek permen sampe megap-megap, saya jadi ga suka permen, dan beralih suka coklat. Saya ga trauma sih, cuma sekarang jadi ga hobi makan permen gitu deh, jaga-jaga.
Nah, di sini kita lihat bahwa kesukaan adalah bagian dari psikologis, semacam dengan kepribadian. Sedang permen dan coklat adalah alat  pengekspresian dari psikologis tersebut, sama kayak model tulisan tangan kita.

1 comment: