Thursday, 2 February 2012

Hello.
I'm back from Bandung after 4-day staying. It was action-packed, of course, with friends and some destinations, those are Dago, Lembang, Bosscha, KAA museum, ITB, etc.

Talk about my friends, alhamdulillah, they are all fine. A friend becomes more active in organisation "Mereka ini ya, kalo libur bingung mau kemana (keluar Surabaya), kalo kita po'o jelas: Surabaya. Wkwk" - a friend. Haha. True.

Among such a long-long sharing  stories time, a friend told me about a third-grader that asked:
"Gimana caranya bisa gaul? Aku takut ga bisa gaul. Kan orang sana (yang kuliah di sana) gaul-gaul."
(Tell me how to adjust or become such a cool person.)

Boleh juga pertanyaannya. Haha. Kalau aja manusia bisa baca pikiran sesama, dia pasti udah punya banyak temen tuh, yang sama-sama punya pertanyaan kayak gitu. Modal gaul tuh. LOL. 

Whatever in thought, pesen aku cuma satu: Jadiin mutu dari lembaga pendidikan sebagai tolak ukur nentuin kampus impian. Dan attach to the dream! Dapetin tuh kampus! Kenapa? Karena aku yakin kampus impianmu   adalah kampus yang gradenya tinggi. Kampus itu isinya orang-orang tangguh yang lagi membentuk dirinya menjadi apa yang mereka impikan. Dan pas kamu udah masuk ke kampus itu, they'll surprise you with one thing: your fear is illumination. Kamu ketemu mereka dan menjadi bagian dari orang-orang tangguh itu. Mereka yang membangun mimpi dan sadar kalo mimpi hanya bisa dicapai dengan bantuan orang lain, bukan  ego. Dan di situ kamu ngerasain kebersamaan.

No comments:

Post a Comment