Sunday, 5 February 2012

Save Street Child Surabaya

Tanggal 4 Februari kemarin, saya menghadiri gathering Save Street Child Surabaya. Saya bukanlah pengurus ataupun #pengajarkeren, saya adalah calon volunteer. Rencana awal kedatangan saya adalah  untuk mengikuti open recruitment #pengajarkeren sehingga bisa berbagi ilmu selama liburan ini. Namun, setelah berbincang dengan mereka, saya belum memungkinkan menjadi #pengajarkeren dikarenakan untuk menjadi #pengajarkerentetap diperlukan komitmen mengajar selama periode pengajaran, yang tidak dapat saya penuhi karena prioritas saya lebih kepada mata kuliah yang akan saya hadapi selama 6 bulan yaitu anatomi dan histologi. Maka, mereka menyarankan saya untuk menjadi volunteer. Oh, ya, Sebelumnya readers, uda tau apa itu SSChild? Wah, buat temen-temen, khususnya yang di Surabaya dan ngakunya peduli sesama, masyarakat, bangsa, dan negara, you have to know it, at least!
Save Street Child adalah gerakan komunitas yang berawal dari ide sederhana untuk mengaktualisasikan kepedulian menjadi tindakan, dan tidak rumit. Sehingga tindak nyata benar-benar terwujud tanpa melalui birokrasi dan manipulasi semangat perjuangan awal." - SSChildSurabaya
Apa saja tindakan mereka sejauh ini?
Rupanya komunitas ini telah mengadakan bimbingan belajar khusus anjal sejak September 2011 hingga sekarang. Bimbingan tersebut dilakukan di dua tempat, yaitu di JMP dan Rangkah, setiap hari Selasa, Rabu, Kamis pukul 16.00-17.30. Dalam setiap kelas, siswa yang datang 10-20 orang dengan rentang usia  4-12 tahun. Satu orang pengajar menangani 2-3 orang dan materi yang diberikan adalah baca tulis, berhitung, ipa, ips, serta kerajinan tangan. Anyway, pengajarnya itu disebut #pengjarkeren loo.

Di lain itu, SSChild juga mengadakan pembagian susu kotak, minimal 125 ml, untuk anjal di beberapa spot setiap jumat malam dan piknik bersama setiap satu bulan sekali. 

Berawal dari mana ide bimbingan belajar untuk anjal ini?
Kepedulian dan keprihatinan. Bimbingan ini adalah positive feedback dari fakta bahwa di daerah tersebut masih banyak anak-anak yang putus sekolah. Sehari-harinya, anak-anak tersebut menghabiskan waktu untuk membantu orang tua. Ada yang membantu pekerjaan orang tua dan ada juga yang ngamen. Tentu saja miris mengetahui banyak sekali sekolah di kota ini yang berarti banyak orang mendapatkan haknya untuk belajar, sedang di sisi lain, para anak-anak ini tidak dapat memperoleh haknya. Bimbingan ini adalah salah satu upaya untuk memberikan hak tersebut.

Hal yang mengagumkan bagi saya adalah semangat para anjal. Kak Ceisar dan Kak Hilda menuturkan, siswa-siswanya selalu datang tepat waktu. Mereka sangat semangat untuk menuntut ilmu. Saya bisa memahami, betapa hausnya akan ilmu pengetahuan.

Salut untuk langkah nyata mereka!
Layaknya mobil yang tidak dapat berfungsi dan dinikmati tanpa pelengkap, komunitas ini membutuhkan kita untuk mendukung mereka. Dalam komunitas ini, kita dapat menjadi:
- Pengurus: berkomitmen dan aktif.
- Volunteer: mendukung dan berpartisipasi.
- Sahabat: donatur.

Ayo dukung dan berpartisipasi!
Follow @savestreetschild dan @SSChildsurabaya untuk mengetahui kegiatan mereka.

FYI, buat yang tidak bisa berkomitmen dalam kepengurusan atau menjadi #pengajarkeren, kita dapat menjadi volunteer dalam kelas ataupun berpartisipasi dalam pembagian susu kotak dengan menghubungi CP (diinformasikan di twitter siapa CPnya). Selalu ada tempat untuk yang ingin menyuguhkan kebaikan :) 

No comments:

Post a Comment