Wednesday, 25 April 2012

Inget ga waktu kecil anak cewe suka punya buku curhat aka diary book atau bahasa umumnya journal book?
Kalo waktu kecil ke toko buku, suka banget: "Mbak, buku diary dimana yah?"
Terus milih deh yang gambar princess, barbie, dan kartun-kartun imut lain C:
Huhuhu.
Sampe sekarang aku masih nyimpen beberapa bukunya lo C:
Lebih-lebihnya,
sampe sekarang aku masih nulis loo <:
Hohoho.

Emang seberapa kurang kerjaan sih sampe aku nulis buku gitu?
-
Bagi aku, buku jurnal itu penting.
Semakin bertambahnya usia, semakin gampang pudar ingatan kita, seiring dengan itu, memori-memori dan pengalaman hidup bertambah. Aku ingin mengenang hidupku di masa tua nanti. Aku ingin menceritakan pada anak cucuku siapa aku dulu. Untuk mengantisipasi segala kelupaan, aku abadikan deh di buku.

Selain itu, buku jurnal ngebantu buat introspeksi atau menuliskan ide.
Buku jurnal, ga hanya berisi pengalaman sehari-hari, melainkan juga tentang pemikiranku dan ideologiku mengenai hidup, mengenai mimpi juga, dan introspeksi.
Banyak hal di kepala yang brilliant, yang terpendam hanya di kepala dan tidak berbekas dalam kehidupan nyata karena dibiarkan saja hanya asal lewat di kepala. Sedangkan menulis, adalah bagian dari kenyataan. Luapan pikiran yang asal lewat tadi menjadi semakin jelas "apa sih yang aku pikirin" "setelah itu" "terus" "endingnya" lewat kata tertulis. Semakin banyak pertanyaan. Semakin dipikirkan. Dan semakin jelas. Dan itu adalah langkah awal untuk merealisasikan

No comments:

Post a Comment