Saturday, 21 April 2012

Unlimited

Lihat iklan tv belakangan, kata unlimited seakan sudah menjadi bagian dari life-style. Internet unlimited. Telfon unlimited. Sms unlimited. Itulah sebagian contoh hitsnya. Harga layanan tersebutpun makin hari makin terjangkau dan bersaing (antar provider). Hal  tersebut menunjukkan, produk-produk itu berada di pasar yang tepat. Dengan semakin terjangkaunya harga, daya konsumsi masyarakat  juga makin meningkat dan perusahaan entah dengan berbagai ketentuan di baliknya, berusaha mengeluarkan produk-produk baru berembel unlimited. Hmmmm.. Hmm.. Hmmm..
Selanjutnya sedikit berkhayal ya, Kalau ada tiket ke mana saja tidak terbatas, pasti laris. Kalau saja ada tiket nonton di XXI atau the Premiere film apa saja tidak terbatas dengan harga terjangkau, pasti laris. Manusia.. manusia.. memang cenderung menyukai sesuatu yang tidak terbatas.
Hmmm.. tapi aku sendiri tidak begitu percaya pada yang kutulis sendiri. Manusia suka yang tidak terbatas? Tapi, di zaman ini, manusia banyak yang terperangkap kotak masa lalu daripada menjelajahi masa depan yang unknown, challenging, bisa menjadi apa saja setinggi imajinasi dan tidak terbatas kecuali oleh kematian (Seperti tiket free-pass yang hilang atau sobek.). (:? Jadi? yang benar saja?

:) Sebenernya ini sindiran sekaligus motivasi. Masa lalu itu cat yang udah digorekan di atas kanvas, udah dipajang malahan di museum. Untuk menjadi manusia yang sesunggguhnya dan hidup, hiduplah bersama masa depan dengan cat dan kanvas putih yang baru yang unlimited stock. Berimajinasilah. Belajarlah. Berkaryalah. Tuhan  sudah memberikan cat dan kanvas dengan cuma-cuma. :) *self-talk*

No comments:

Post a Comment