Wednesday, 25 July 2012

Anatomi, Sudut Pandang Ketika Saya Jobless

Aku berguling. Syuuu~ Sudah berjam-jam aku di atas tempat tidur. Di samping jendelaku yang diterobos cahaya matahari, aku bermalas-malasan sambil melahap The Alchemist. Puasa kali ini rasanya begitu lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, tidak ada yang membuatku setengah hati beranjak dari tempat tidur karena puasa datang ketika aku sedang libur semester, tidak tanggung-tanggung: 2 bulan lebih.

Beginilah kehidupan mahasiswa. Menyenangkan? Lebih :}
Dengan menjadi seorang mahasiswa, liburan menjadi semacam sangat bernilai. Hari-hari ini menjadi semacam kado kebebasan terbaik setelah empat bulan perjuangan. Ah, cukup berlebihan ya kalimatku. Well, setiap majas mewakili setitik luapan emosi kebahagiaan.

Bicara tentang semester ini, anatomi jelas sukses mecuri perhatian bahkan mengubah kehidupan. Aku yang dulu pernah membayangkan betapa ngerinya mendiseksi kadaver, nyatanya lebih merasa ngeri lagi ketika gagal ujian. Kemerindingan ketika memasuki ruang praktikum, bau formalin yang semerbak menempel pada tas buku dan baju yang begitu menusuk, dan air mata yang tercucur karena kepedasan bukan masalah utama, yang penting aku tahu apa nama struktur yang diikat atau ditusuk itu.

Di pagi hari, tidak jarang aku menemukan mata-mata panda pada wajah teman-teman. Waktu tidur yang dipersingkat sudah cerita biasa kali itu. Lembar demi lembar diwarnai, dibaca lagi, dimengerti, dihafalkan, dan dicek pada atlas anatomi. Ilmu-ilmu di dalam lembaran itu seharga waktu di siang dan sore, juga sebagian waktu tidur.


Well, terkadang terdengar bermacam keluh kesah, "Duh, aku belum belajar. (Biggest lie of medical students!)" Wew, aku belum sampe situ." Aku belum hafal!" Ah, bahannya masih banyak." dsb. Keluh kesah tersebut tidak bertutur bahwa kami ingin mengakhiri mata kuliah ini, melainkan kami ingin menaklukannya, memahaminya, ingin bisa. Menurutku pribadi, anatomi begitu menarik. Mengesankan mengetahui nama-nama setiap bagian dari tubuhku, memegang bagian terdalam, mengeluarkan organ dan mempelajarinya. Dan dengan mengetahui pentingnya anatomi di dunia kedokteran yang tidak terelakkan, tidak ada alasan untuk tidak menyukai mata kuliah ber-SKS 7 ini, selain waktu. Haha. Mau deh waktu belajarnya diperpanjang sehingga benar-benar ingat dan paham, fyi, angkatan dahulu belajar anatomi selama dua tahun. Wew, puas banget tuh!

Terlepas dari semua itu, sesuai dengan sistem pembelajaran sekarang, lega bisa menyelesaikan mata kuliah ini. Semua penat yang menumpuk telah terlepaskan pada awal liburan ini.Euforia Kebebasan kental terasa. Hohoho. Dari manusia super sibuk menjadi seorang jobless, hmm.. let's have a cup of coffee and read some books, before boredom coming. *Eh, lupa. Lagi puasa* :p

Anyway, sepenat-penatnya anatomi, calm down our selves, masi ada PK dan parasit yang lebih gila, setelah itu? Ada kehidupan rumah sakit menanti. :} Semangat!

1 comment:

  1. toss! aku juga lagi jatuh cinta dengan jurusanku sekarang, Sel. kalau kamu kan sibuk banget ngafalin & praktek ya, aku sih sibuk wawancara pengguna perpus yang tiap minggunya harus dibuat laporan. Tapi dasar emang jatuh cinta, sampe kurang tidur pun juga dibelain hihi.
    tetep semangat! :D

    ReplyDelete