Monday, 13 August 2012

Berkali-kali aku mencoba menulis dan berakhir dengan tulisan-tulisan yang terhapus bersih.
Perasaanku semakin membuncah, bunga-bunga akan meledakkan kantong hatiku jika kusimpan sendiri. Dan sekali lagi, ditemani semilir angin yang menyentuh lembut wajahku, aku mencoba menulis. Meski aku tidak tahu harus memulai dari mana. Sekalinya memikirkan, segala hal bertumpah ruah menjadi satu dalam kepala, melejitkan perasaan, menstimulus otot mimikku  tersenyum. 

Hmm..
ketidaktahuan itu baik karena semua hal berawal dari ketidaktahuan.

Ya. Itulah awal yang tidak kusadari.
Aku tidak tahu bahwa mendengarkan seseorang mengimami sholat di masjid dengan tartil yang indah akan membawa pikiranku kepada tartilmu yang dengan merdunya melantunkan ayat-ayat al-quran.
Aku tidak tahu bahwa pagi ini, ketika aku masak, kamu akan menyergap pikiranmu, terkikik aku mengingat betapa lahapnya kamu makan masakanku.
Aku tidak tahu bahwa hari ini aku akan  menghabiskan siang mengerjakan tugas dengan secangkir kopi dan merasa lebih nyaman ketika kamu di sampingku, seperti biasa, memakan buku-buku tebal.
Aku tidak tahu bahwa ini akan menjadi rahasia senyumku sebelum tidur:  memutar ingatan tentang hal-hal sederhana yang kulakukan denganmu.

Ya, aku benar-benar tidak tahu itu semua itu,
sampai jarak menghapusmu dari depan mataku.
Dan aku,
ingin mengatakan, "sampai jumpa!"

No comments:

Post a Comment