Thursday, 6 December 2012

Spesialis

Setting: Ruang Faal Baru, Pelajaran Ketrampilan Medik

*Memperhatikan teman coba dan teman yang menjelma menjadi dokter*
Dokter pembimbing: Nah, jadi, seorang dokter selain pandai dalam motoriknya juga harus pandai dalam verbal. Bisa melakukan, belum tentu bisa ngomong (menjelaskan prosedur pemeriksaan yang dilakukan). Bisa ngomong bisa melakukan. Selain itu, kalau perkusi itu yang kuat.  *ngelihat ke aku* Yang mau masuk spesialis bedah, harus lebih kuat lagi. 
Aku: *wuuu, dokternya bisa baca pikiranku nih*
Dokter pembimbing: *masih ngelihat aku* Nah, kalau yang lembut gini cocoknya obgyn atau spkk. Kalau dokter bedah, ortopedi misalnya, mau ngebalikin tulang, ya harus yang kuat. Yang kayak mas orang coba ini cocok jadi ortopedi.
Aku: *(ngebayangin aku narik-narik tulang)*

Well, pembicaraan dokter tersebut memberikan bahan baru sebagai konsedarasi pemilihan spesialis.
Jadi,
Bedah?
Obgyn?
Spkk?
Pediatri?

I'll keep the dream to be a surgeon before knowing the exact worlds of each.

No comments:

Post a Comment