Friday, 15 February 2013

Kelas Inspirasi 2: Survey SDN Pakal 1

13 Februari, sebuah hari ketika saya menekan pedal dan menyetir dengan rasa penasaran yang besar. Berbekal google map yang dianalisa pada malam sebelumnya, saya menelusuri jalan baru yang belum pernah saya datangi sendiri. panjang, lebar, dan ramai, terletak di ujung Surabaya yang berbatasan dengan Gresik, saya menelusuri jalanan tersebut bersanding dengan truk-truk industri dan kontainer sambil menikmati sinar matahari tropis yang menyinari tanpa distraction awan. Semakin jauh jarak yang sama tempuh, semakin rasa penasaran saya membuncah. "Ga sabar!" Hati saya berteriak penuh semangat. Jalanan baru ini asik untuk ditelusuri, sungguh, saya sangat suka menyetir ke tempat baru, tapi, yang paling asik sedang menunggu di ujung garis finish, sebuah tempat yang mengundang rasa penasaran saya dan memancing kegembiraan saya untuk mengunjungi, SDN Pakal 1 Surabaya.

SDN Pakal 1 adalah satu dari 34 SD yang akan memiliki kelas spesial pada 20 Februari 2013 nanti, Kelas Inspirasi. Di satu hari itu, lebih dari seratus orang dari berbagai profesi akan berbagi cerita tentang profesi mereka dengan adik-adik di sekolah tersebut. Tiada guru yang lebih berkesan dari sebuah pengalaman, baik pribadi maupun pegalaman orang lain.

Kedatangan saya hari itu sehubungan dengan acara tersebut. Antara tanggal 11 hingga 16 Februari, para mimpi yang hidup -begitulah Pak Hikmat menamai para relawan- harus mengadakan survey ke sekolah tempat berbagi masing-masing untuk silahturahmi dan membahas beberapa hal teknis pelaksanaan acara. Nah, saya relawan pengajar? Oh, bukan. Saya masih seorang pelajar yang juga akan belajar dari acara tersebut, teman. Dan tentunya daya juga bukan murid SD tersebut, anyway. Partisipasi saya dalam acara tersebut adalah sebagai  fotografer.

Sedikit cerita mengenai SDN Pakal 1, SD tersebut merupakan SD inklusi. Artinya, penyelenggaraan pendidikan di sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak normal. Hingga saat ini, terdapat 32 siswa berkebutuhan khusus dari total 250an siswa . Subhanallah, bukan main kerja keras, kesabaran, dan kasih sayang para guru di SDN Pakal 1. 

Pada hari itu, hal yang menyenangkan hati saya adalah bertemu dengan generasi penerus bangsa yang menuntut ilmu dengan penuh semangat dan tekun -saya memasuki kelas 6B ketika pelajaran matematika, siswanya ada sembilan belas, kelasnya sunyi karena semua siswa sedang berkonsentrasi mengerjakan tugas dari ibu guru- dan melihat senyum dan tawa mereka melalui mata lensa -anak-anak itu, suka sekali difoto-. 











No comments:

Post a Comment